MEMBAIKNYA EKONOMI AS MENJADI BEBAN BAGI PASAR OBLIGASI

09 Oktober 2017, 15.16 WIB


image

Nilai tukar rupiah yang kembali bergerak melemah membuat pergerakan obligasi kembali mengalami aksi jual. Sedangkan kenaikan sebelumnya dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk kembali melakukan aksi ambil untung.

Ekspektasi membaiknya ekonomi AS seiring dengan kepastian bank sentral AS yang akan menaikan tingkat suku bunganya juga ikut memberikan tekanan negatif pada pergerakan rupiah. Laju imbal obligasi AS kembali meningkat dan berimbas negatif pada pergerakan pasar obligasi dalam negeri.

Meski terjadinya aksi beli mulai meningkat, namun beberapa obligasi acuan masih mengalami aksi jual sehingga cenderung menurun. Sementara untuk pergerakan imbal hasil obligasi korporasi, terlihat masih bervariatif.

Laju obligasi korporasi dengan ranting AAA di mana imbal hasil untuk tenor 9-10 menurun di sekitar posisi 8,20% hingga 8,30%.

Sementara rupiah yang kembali melemah juga membuat pergerakan pasar obligasi kembali menurun. Namun, penurunan tersebut diharapkan tidak terlalu signifikan untuk menjaga pergerakan pasar obligasi. Selain itu, terjadinya aksi beli tipis juga diharapkan terjadi sehingga dapat menjadi peluang bagi kenaikan pasar obligasi.