RUPIAH DIPERKIRAKAN MASIH AKAN LANJUTKAN PENGUATANNYA
10 Agustus 2017, 10.00 WIB
Pelemahan dolar USD yang dimanfaatkan oleh kenaikan yen Jepang seiring belum adanya kepastian mengenai kenaikan tingkat suku bunga The Fed, membuat permintaan akan yen Jepang semakin meningkat.
Selain itu, pelaku pasar juga merespon ketegangan geopolitik di Semenanjung Korea setelah melakukan uji coba peluncuran rudal di tengah ancaman AS yang akan menyerang Korut untuk menghentikan program rudal nuklirnya.
Kondisi ini juga ikut meningkatkan permintaan mata uang safe haven, JPY, di pasar spot valas Asia. Harapan akan kenaikan lanjutan nilai tukar rupiah, justru berbalik melemah lantaran terkena imbas aksi jual.
Devisit transaksi berjalan pada triwulan II 2017 yang diperkirakan akan lebih rendah dari 2% terhadap PDB oleh BI ikut memberikan sentimen negatif, sehingga menutup sentimen positif dari rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juli 2017, yang meningkat dan memberi harapan terhadap perbaikan ekonomi domestik.
Sementara pergerakan nilai tukar rupiah yang mencoba untuk bergerak naik perlu diuji ketahanannya, hal ini seiring dengan masih adanya potensi variatif terhadap pergerakan rupiah.
Momentum pelemahan dolar AS diharapkan dapat direspon positif oleh pelaku pasar saham, dimana rupiah juga diharapkan dapat memenfaatkan momentum tersebut untuk kembali bergerak menguat.
Pergerakan rupiah diperkirakan akan berada di sekitar support Rp13.338 hingga ke Rp13.294/US$.


ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
2AF9 300B