PRODUKSI LIBYA MENINGKAT, HARGA MINYAK TURUN

31 Mei 2017, 12.23 WIB


image

Upaya OPEC untuk memotong produksinya guna menstabilkan harga minyak kembali mandapat tantangan dari Libya, setelah AS meningkatkan produksi minyaknya.

Berdasarkan dari Reuters, Rabu (31/5/2017), produksi minyak Libya yang mengalami kenaikan membuat harga minyak menurun. Pergerakan harga minyak Brent Internasional diperdagangkan di posisi US$51,72/barel, turun sebesar 12 sen atau 0,2%.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan turun sebesar 19 sen atau 0,4% menjadi US$49,47/barel.

Penurunan harga minyak ini terjadi lantaran adanya peningkatan produksi yang lebih tinggi di Libya dan konflik yang menimpa. Dari data National Oil Corporation (perusahaan minyak negara) Libya menyatakan bahwa minyak mereka mengalami kenaikan menjadi 800 ribu barel/hari (bph) pada pekan ini. Ini lebih tinggi dari yang sebelumnya, di mana rata-rata 500 ribu yang diekspor ke kapal tanker sejauh ini dan 300 bph yang dikirim rata-rata di tahun 2016.

Produksi minyak Libya yang mengalami kenaikan membuat pasokan minyak dunia kelebihan, setelah sebelumnya AS telah menambah pengeboran minyak mereka hingga 10% lebih tinggi mencapai 9,3 juta bph, mendekati produsen minyak utama Arab Saudi dan Rusia.

Peningkatan produksi minyak AS dan Libya telah mengganggu upaya OPEC dan produsen lainnya, termasuk Rusia untuk memperketat pasar dengan memotong produksi sekitar 1,8 juta bph hingga akhir kuartal pertama di tahun 2018.