HARGA MINYAK DUNIA MULAI BERGERAK NAIK

11 April 2017, 12.22 WIB


image

Hari ini, harga minyak dunia tercatat mengalami kenaikan secara berturut-turut, untuk mencapai ke posisi tertinggi dalam lima pekan. Hal ini didukung oleh ketegangan geopolitik setelah serangan rudal AS ke Suriah dan pada saat terhentinya ladang minyak terbesar Libya.

Berdasarkan dari Reuters, Selasa (11/4/2017), harga minyak Brent di perdagangkan di posisi US$56,07/barel, angka ini mengalami kenaikan sebesar 9 sen atau 0,2%. Sedangkan harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) naik sebesar 10 sen atau 0,02% menjadi US$53,18/barel. Tren kenaikan harga minyak AS menjadi yang terpanjang tahun ini dalam enam sesi berturut-turut.

Selain itu, pada akhir pekan lalu, sumber minyak Libya menuturkan bahwa pipa ladang minyak Libya’s Sharara yang menghubungkan ke terminal minyak telah ditutup.

Sebelumnya, ladang minyak tersebut baru saja kembali berproduksi, setelah penghentian sepekan berakhir pada awal April. Akibat penghentian tersebut membuat rally, ditambah serangan rudal AS ke pangkalan udara pemerintah Suriah untuk memberikan sedikit banyak pengaruh terhadap pasar minyak.

Pergerakan harga minyak dunia mulai bergerak naik, meski produksi minyak AS terus mengalami peningkatan.

Sementara harga minyak juga telah mendapat dukungan dari kesepakatan OPEC untuk memangkas produksi mencapai sebesar 1,8 juta barel/hari, hal ini dilakukan untuk menghentikan kelebihan pasokan. Bahkan OPEC ataupun non-OPEC berencana untuk melanjutkan pemotongan produksi.