TERIMBAS HARGA MINYAK, WALL STREET BERAKHIR RENDAH
09 Maret 2017, 09.26 WIB
Pada perdagangan kemarin, Rabu (8/3/2017), bursa saham Wall Street ditutup bervariatif, lantaran investor mencermati penurunan harga minyak dan tengah memahami data ketenaga kerjaan. Hal ini menjadi acuan bagi The Fed untuk menaikan tingkat suku bunganya di bulan ini.
Kemarin, pergerakan indeks Dow Jones mengalami penurunan sebesar 69,03 poin atau 0,33% menjadi 20.855,73, kondisi ini disebabkan oleh pelemahan yang dialami oleh saham Caterpillar dan Chevron.
Indeks S&P 500 berkurang 5,41 poin atau 0,23% ke posisi 2.362,98, dengan penurunan tujuh sektor saham energi berakhir lebih rendah. Namun indeks Nasdaq justru bergerak naik sebesar 3,62 poin atau 0,06% ke 5.837,55.
Selain itu, data Administrasi Informasi Energi yang menunjukan bahwa persediaan naik hingga 8,2 juta barel pada pekan lalu, membuat harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) mengalami penurunan sebesar 5,38% menjadi US$50,28/barel.
Pada awal pekan ini, pejabat Arab Saudi yang memberikan komentar mengenai penurunan produksi juga telah menekan komoditas.
Sementara pada Jumat besok, rilis laporan non-farm payrolls pemerintah AS akan dilakukan. Dan The Fed dijadwalkan melakukan pertemuan pada pekan depan untuk menentukan pengetatan kebijakan moneter.


ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
2AF9 300B