KETIDAKPASTIAN KEBIJAKAN EKONOMI AS BIKIN WALL STREET TURUN

13 Januari 2017, 10.26 WIB


image

Pada perdagangan kemarin, Kamis (12/1/2017), bursa saham Wall Street bergerak memburuk di zona merah di tengah tiga indeks utama pasar saham AS yang ditutup lebih rendah. Investor juga diyakini masih menanti terkait rincian kebijakan ekonomi Presiden AS yaitu Donald Trump dan laporan pendapatan kuartalan perusahaan menjelang delapan hari pelantikan pemimpin baru AS.

Berdasarkan dari Reuters, Jumat (13/1/2017), pergerakan bursa saham kebanyakan mengalami pelemahan dan indeks S&P 500 menurun akibat terseret sektor keuangan, meski setelah pemilu 8 November lalu tercatat adanya peningkatan sebesar 6,4%. Selain itu, investor juga kecewa terhadap sedikitnya rincian mengenai informasi kebijakan yang diperoleh dari konferensi pers Trump pertama menjadi pengaruh buruk.

Hal tersebut juga membuat investor lebih bersantai. Sementara pasar mulai kehilangan dukungan pada saat individu lebih banyak memilih untuk menempatkan uang ke obligasi dibandingkan saham.

Pada perdagangan kemarin, indeks Dow Jones mengalami penurunan sebesar 63,28 poin atau 0,32% menjadi 19,891. Indeks S&P 500 turun 4.88 poin atau 0,21% ke posisi 2.270,44, dan indeks Nasdaq berkurang 16.16 poin atau 0,29% menjadi 5.547,49.

Sementara saham yang diperdagangkan ada sebanyak 6,7 lebih miliar lembar saham, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata setiap harinya dalam 20 hari terakhir di 6,5 miliar.