HARGA MINYAK JATUH HINGGA 4%

10 Januari 2017, 11.06 WIB


image

Hari ini, pergerakan harga minyak dunia kembali mengalami kajatuhan hingga 4% akibat adanya kekhawatiran terhadap eksportir minyak mentah Irak yang mencapai rekor dan peningkatnya produksi minyak AS yang kemungkinan dapat melemahkan upaya OPEC dalam menstabilkan kelebihan pasokan global.

Berdasarkan dari Reuters, Selasa (10/1/2017), harga minyak AS di perdagangkan di posisi US$51,96/barel, angka ini turun sebesar US$2,03, sedangkan untuk harga minyak Brent turun US$2,16 menjadi US$54,94/barel.

Di Irak, produsen terbesar kedua OPEC, ekspor minyak dari pelabuhan Basra Selatan telah mencapai rekor tertingginya sebesar 3,51 juta barel/hari (bph) pada Desember.

Namun, Kementerian minyak Irak menegaskan bahwa tingka tinggi dari selatan tidak akan memberikan pengaruh terhadap keputusan negara untuk memangkas produksi Januari untuk mematuhi kesepakatan OPEC.

Optimisme rendah datang meski Rusia, yang merupakan produsen minyak mentah terbesar di dunia, nampak ikut dalam kesepakatan untuk memotong produksi minyak. Selain itu, sumber pasar energi Rusia juga menuturkan bahwa produksi negara telah menurun sebesar 100.000 barel/hari pada pekan pertama bulan ini.

Sementara Menteri minyak Kuwait juga akan menggelar pertemuan dengan OPEC di Wina pada 21 hingga 22 Januari untuk memantau kepatuhan dan kesepakatan.