KERAGUAN OPEC MEMBUAT HARGA MINYAK TERTEKAN

06 Desember 2016, 10.13 WIB


image

Pada perdagangan kemarin, harga minyak mentah berjangka mengalami kenaikan, sebelum akhirnya balik menurun saat OPEC diragukan mampu mengurangi kelebihan pasokan global. Pergerakan harga minyak kemungkinan akan menghentikan rally yang mendorong pasar sebesar 19% sejak kesepakatan OPEC.

Berdasarkan dari Reuters, Selasa (6/12/2016), harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI), diperdagangkan di posisi US$51,79, naik 11 sen atau 0,21% sebelum sempat turun ke posisi US$51,11/barel. Sedangkan untuk harga minyak Brent berada di posisi US$54.94/barel turun sebesar 48 sen atau 0,88% sebelum tergelincir ke posisi US$54,22/barel.

Selama sepekan harga minyak mengalami kenaikan sebesar 12,2%, angka tersebut merupakan tertinggi selama sepekan sejak Februari 2011 lalu.

Selain itu, penyebaran Brent dan WTI telah diluncurkan dan banyak yang harus dilakukan tidak hanya dengan gagasan. Bahkan ada lebih banyak pengeboran. Kondisi ini diyakini menjadi sentimen negatif, pada saat produsen lain sedang berupaya untuk memotong produksinya untuk mengendalikan pasokan internasional.

Sementara, OPEC yang telah setuju dalam menstabilkan produksi hingga mencapai 1,2 juta/hari (bpd) pada Januari 2017. Dan saat ini investor mengalihkan fokus mereka kepada pertemuan OPEC dan negara non-OPEC untuk memperluas kesepakatan.