PERDEBATAN IRAK DAN IRAN MEMBUAT HARGA MINYAK NAIK TIPIS
23 November 2016, 11.05 WIB
Pada perdagangan hari ini, Rabu (23/11/2016), pergerakan harga minyak mengalami kenaikan tipis, hal ini terjadi ditengah pertemuan OPEC untuk membatasi produksi minyak yang rencananya akan dilakukan pada akhir bulan.
Berdasarkan data Reuters, harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) berada di posisi US$46,13/barel, angka ini naik sebesar 10 sen. Sedangkan harga minyak berjangka Brent juga naik 10 sen menjadi US$49,22/barel.
Harga emas yang mengalami kenaikan tipis dikarenakan saat ini pasar masih belum bersedian untuk mendorong harga minyak mentah hingga mencapai US$50/barel atau lebih tinggi. Selain itu, pasar juga masih menunggu data dari Administrasi Informasi Energi (EIA) yang akan mengeluarkan data minyak mentah dan persediaan produk minyak resmi AS pada Rabu ini.
Faktor lainnya yaitu belum solidnya kesepakatan dalam OPEC untuk membatasi produksi.
Pembahasan yang akan dilakukan oleh OPEC mengenai pembatasan produksi minyak anatara 4,0 hingga 4,05% untuk semua anggotanya, kecuali Libya dan Nigeria. Meski demikian, pembahasan pemotongan di atas masih bergantung pada kesepakatan dari Irak dan Iran.
Pasalnya, Irak meminta untuk diberikan kompensasi untuk meningkatkan produksi dengan tidak ada batasan demi menyelamatkan negaranya. Pengecualian tersebut membuat Iran juga ingin meningkatkan pasokan lantaran selama ini prodiksi minyaknya telah jatuh oleh sanksi nuklir Iran. Sementara Arab Saudi dan sekutu negara Teluk lainnya telah memberikan tanda bahwa meraka siap untuk memotong produksi hingga mendekati 1 juta barel setiap harinya.
Sedangkan Aljazir memberikan usul agar semua negara anggota OPEC harus membatasi produksi di 4,0 hingga 4,5%, kecuali Nigeria dan Libya, dengan harapan target produksi minyak hanya 32,5 juta barel/hari. Artinya Arab Saudi memotong produksi hingga 500.000 barel setiap harinya.


ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
2AF9 300B