WALL STREET TERIMBAS PENURUNAN SAHAM APPLE
27 Oktober 2016, 09.00 WIB
Pada perdagangan kemarin, Rabu (26/10/2016), pergerakan bursa saham Wall Street di AS ditutup mixed, akibat terbebani penurunan harga saham Apple setelah perusahaan raksasa teknologi asal AS mencetak penurunan pendapatan. Kondisi ini merupakan pertama kalinya bagi Apple sejak 2001 lalu, pada saat anjloknya harga minyak mentah dunia dan emas.
Saham Apple mengalami penurunan sebesar 2,2%. Meski demikian, perusahaan mengklaim permintaan terhadap produk anyar mereka yaitu iPhone 7 plus masih menguat. Selain itu, perusahaan raksasa teknologi yang mengalami penurunan juga ikut menarik penurunan indeks S&P 500 dan Nasdaq lebih rendah, pada saat Dow Indutrials justru meningkat didorong performa positif Boeing.
Pada perdagangan kemarin, harga saham Boeing tercatat mengalami kenaikan ke posisi tertingginya di tahun ini, setelah adanya laporan ada lonjakan laba secara kuartal, meski penjualan masih melambat. Pergerakan indeks Dow Jones mengalami kenaikan sebesar 30,06 poin atau 0,17% menjadi 18.199,33. Indeks S&P 500 turun 3,73 poin atau 0,17% menjadi 2.139,43. Dan indeks Nasdaq Composite anjlok sebesar 33,13 poin atau 0,63% ke posisi 5.250,27.
Sementara beberapa perusahaan asal AS yang memberikan hasil kurang memuaskan sedikit banyak mempengaruhi pergerakan saham-saham di Eropa dan Asia.
Selain itu, pergerakan harga minyak juga tercatat masih berada dalam tren pelemahan ditambah dolar AS yang sedikit menurun terhadap beberapa mata uang utama.


ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
2AF9 300B