!DOCTYPE html> SAVE Money Changer
AWAL PEKAN WALL STREET MEMBURUK

24 Mei 2016, 08.14 WIB


image

Pada perdagangan di awal pekan kemarin, pergerakan bursa saham Wall Street ditutup memburuk. Kenaikan saham Apple ini gagal untuk menaikan bursa saham, lantaran adanya kekhawatiran mengenai kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed.

Saat ini para investor tengah fokus dalam isu kenaikan suku bunga acuan, sebab kondisi ekonomi AS dinilai masih belum cukup baik.

Pada pekan lalu, para investor memang dikejutkan oleh hasil rapat The Fed, yang menyatakan suku bunga acuan kemungkinan akan dinaikan pada Juni ini. Selain itu, para investor akan memperhatikan pidato Gubernur The Fed, Janet Yellen, pada Jumat ini.

“Pasar perlu dibawa dengan pelan dan hati-hati ke situasi dimana memungkinkan dilakukannya kenaikan suku bunga acuan, dan itu yang dilakukan oleh The Fed,” ucap Analis, Tim Ghirskey, Selasa (24/5/2016).

Beliau juga mengatakan, perlu adanya menormalisasikan suku bunga acuan, dan The Fed juga bisa menjaga ruang agar suku bunga dapat diatur lagi, jika krisis kembali terjadi.

Kemarin, indeks Dow Jones mengalami penurunan 0,05% menjadi 17.492,93. Indeks S&P 500 turun 0,21% menjadi 2.048,04. Dan indeks Nasdaq Composite berkurang 0,08% menjadi 4.765,78.

Sementara, saham yang ditransaksikan ada 5,9 miliar lembar saham, di bawah rata-rata transaksi harian, sebanyak 7,2 miliar lembar saham dalam 20 hari terakhir.